syair arab tentang ilmu

Syairdalam lintasan sejarah sastra Arab memiliki peranan sangat penting dalam sosial budaya bangsa Arab. Tradisi bersyair diduga telah ada sebelum agama Islam lahir, dua abad sebelum hijriyah yang disebut syair jahili. Perkembangan Syair Sufi lalu memasuki lima fase, dalam rentang waktu mulai tahun 100 - 800 hijriah. ilmuini agak berbeza jika dilihat menurut pandangan Islam. Menurut perspektif Islam, ilmu dikenali sebagai sifat, proses, dan hasil. Secara mendalamnya lagi perkataan ilmu itu sendiri berasal dari perkataan Arab iaitu 'ilm yang bermaksud pengetahuan dan 'alimun yang bermaksud mengetahui. Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas (2007) mentakrifkan Tidakada ketakutan kepada Allah ataupun Jahannam. لُُوبِكُمجَھ لْ الدِّيْنبِعِلم فَدَ اوُوا ُ ق. Obatilah dengan ilmu agama kebodohan hatimu. يَنْدَم بالعِلْم الجھ لْ يُدَ او لمفَمَن. Siapa yang enggan mengobati dengan ilmu pasti menyesal. Syair Habib Idrus tentang Selainitu, beliau ia juga banyak menghafal syair-syair Arab. Syafi'I mendalami al- Muwatha' dan berguru langsung kepada Imam Malik bin Anas di madinah sampai ia menguasainya. Lalu Syafi'i pindah ke kota Irak untuk mempelajari Fikih Hanafi pada tahun 184 H. Parapembelajar bahasa arab yang budiman, kali ini kami akan mengetengahkan buat kalian semua tema tentang syair bahasa arab tanpa musik dan berkaitan tentan Obs Site De Rencontre. Ada sebuah syair yang dilantunkan untuk Syaikh Muhammad bin Al Hasan bin Abdullah kerabatnya Abu Hanifah ra تعلم فإن العلم زين لاهله وفضل وعنوان لكل المحامد Belajarlah kamu , sesungguhnya ilmu itu menghiasi orang yang memilikinya ¤ sebuah keutamaan dan juga menjadi tanda untuk setiap perkara yang terpuji . Dalam tafsir disebutkan bahwa lebih utama-utamanya sesuatu ilmu setelah ilmu tauhid adalah belajar tentang ilmu fiqih . Karena Allah SWT memperlihatkan keutamaan Nabi Adam as kepada para malaikat dengan ilmu fiqih . Dan ilmu bahasa arab juga merupakan salah satu lebih penting-pentingnya ilmu . Karena ilmu ushul/tauhid dan juga ilmu furu'/fiqih akan membutuhkan pada ilmu bahasa arab , karena sumber dari kedua ilmu tadi adalah Al-qur'an yang bahasanya menggunakan bahasa arab . Tanpa ilmu bahasa arab , Al-qur'an tidak akan dapat dipahami . Ada sebuah riwayat dari sahabat Umar ra dan sahabat Ali ra tentang pentingnya bahasa arab . Riwayat pertama dari sahabat Umat ; diceritakan bahwa seorang a'rabi orang pedalaman menderang seorang laki-laki yang membaca Firman Allah SWT إن الله برئ من المشركين ورسوله dengan membaca kasroh/majrur pada lafadz rasulillah , yang seharusnya dibaca fathah/mansub athaf pada lafadz innallaha . Kemudian orang a'rabi tadi berkata " Jika Allah SWT saja terbebas tidak ada hubungan dari utusanya , maka akupun juga terbebas darinya . Kemudian ada seorang laki-laki yang pergi kepada sahabat Umar ra , dan menceritakan tentang kejadiannya seorang a'rabi tadi yang salah dalam membaca dan menyebabkan keyakinan yang salah . Maka sahabat Umar ra pun memerintahkan untuk mempelajari bahasa arab . Dan riwayat kedua dari perkataanya sahabat Ali ra yang menunjukkan pentingnya peng-i'rab-an termasuk dalam ilmu bahasa arab . Beliau berkata " Fail itu marfu' , maf'ul itu mansub , dan mudlaf ilaih itu majrur " . Karena dalam bahasa arab jika Kita salah dalam hal peng-i'rab-an sebagaimana dalam riwayatnya sahabat Umar ra di atas maka Kita pun akan salah dalam hal pemahaman , lebih parahnya lagi kalau yang salah adalah ayat tentang ketauhidan . Salah satu lagi dari ilmu yang diperbolehkan untuk Kita pelajari adalah ilmu tentang penulisan dan juga huruf . Karena Allah SWT telah bersumpah dengan lafadz yang mengandung arti tulisan dalam firman-Nya ن و القلم وما يسطرون dan juga dalam ayat وعلم بالقلم Sebagian Ulama' ada yang mengatakan " Ketahuilah bahwa tulisan yang bagus itu adalah perhiasanya budi pekerti " . Dan juga ada yang mengatakan bahwa tulisan merupakan setengahnya ilmu . Syaikh Fudail bin Suahail berkata " Termasuk dari keberuntungannya seseorang adalah bagus tulisanya dan juga fasih kata-katanya . وكن مستفيدا كل يوم زيادةمن العلم واسبح فى بحور الفوائد" Dan jadilah kamu seseorang yang selalu mengambil tambahan kemanfaatan setiap hari ¤ dari ilmu , dan berenanglah kamu dalam lautan kemanfaatan " - Nabi Muhammad SAW yang menjadi lebih utama-utamanya para nabi pun masih berdoa dalam doanya dengan meminta bertambahnya ilmu pada diri Beliau " ربي زدني علما " . Padahal Beliau merupakan seorang yang mengetahui ilmunya orang-orang yang dahulu dan orang yang akhir . تفقه فان الفقه أفضل قائدالى البر والتقوى واعدل قاصد" Belajarlah kamu ilmu fiqih , karena sesungguhnya ilmu fiqih adalah lebih utama-utamanya ilmu yang menuntun ¤ kepada sebuah kebaikan dan ketaqwaan dan lebih adil-adilnya lurus-lurusnya keadilan " . Karena memang ilmu fiqihlah ilmu yang membahas tentang syariat-syariat dan juga hukum-hukum Allah SWT , yang mana denganya tidak akan terjadi suatu kedloliman sesuatu yang tidak pada tempatnya secara pasti . Karena sudah dipastikan bahwa hukum-hukum Allah SWT itu dibersihkan dari sifat dlalim atas seorang hamba . Karena itu mustahil bagi Allah SWT untuk menjadikan suatu hukum yang bisa mendlamini seorang hamba . Dan juga ilmu fiqih akan menyelamatkan seseorang yang mencari dan yang mempelajarinya dari segala kesusahan . Diantaranya dari kesusahan tersebut adalah BODOH atas perintah-perintah Allah SWT dan larangan-larangan-Nya . Karena kebodohan atas hal-hal di atas adalah lebih besar-besarnya kesusahan . هو العلم الهادى الى سنن الهدىهو الحصن ينجى من جميع الشدائد" Ia merupakan ilmu yang menuntun kepada jalanya suatu hidayah petunjuk ¤ Ia adalah suatu benteng yang akan menyelamatkan dari segala kesusahan cela " . Kata ia dalam arti di atas adalah ilmu fiqih . Sedangkan hidayah adalah sesuatu petunjuk yang akan menuntun kepada sesuatu yang yang dituju dengan halus . Dalam bait ini menunjukkan bahwa ilmu fiqih adalah sesuatu yang akan menunjukkan manusia dengan halus kepada suatu jalan yang akan menuntun kepada sesuatu yang dicari , yang salah satunya adalah mendapatkan rahmat dan pengampunanya Allah SWT .فان فقيها واحدا متوارعاأشدعلى الشيطان من ألف عابد" Karena sesungguhnya seorang ahli fiqih satu yang wirai ¤ itu lebih berat bagi setan daripada seribu orang ahli ibadah " . Ahli fiqih yang wirai adalah seorang ahli fiqih yang benar-benar menjauhi suatu keharaman secara sempurna , keseluruhan . Mereka lebih berat bagi setan untuk bisa menggodanya , dan juga lebih mengjengkelkanya membuatnya marah daripada seribu orang ahli ibadah yang tidak ahli fiqih . Karena seorang ahli fiqih adalah musuhnya setang . Yang mana setan mengajak manusia kepada sesuatu kefasikan , kufur , dan kepada suatu jalan yang jauh dari suatu kebenaran . Sedangkah ahli fiqih akan selalu memerintahkan manusia kepada suatu keimanan , ketaatan , dan mengajak mereka untuk menjauhi jalan-jalan setan menuju kepada jalanya Dzat Yang Maha Pengasih . Dan seorang ahli ibadah tidak bisa menghasilkan sesuatu apapun dari keadaan-keadaan ini ketika ia bukan seorang ahli ilmu , tetapi mereka beribadah dengan tanpa penglihatan hati . Sahabat Kamus Mufradat yang semoga selalu dalam lindungan Allah -ta'ala-. Syair merupakan salah satu sumber belajar untuk menambah kemampuan berbahasa Arab Anda. Saya sendiri sangat menyukainya, dan sangat terbantu dengan syair-syair yang dahulu pernah saya hafal dan pelajari. Di antara manfaat yang paling jelas adalah penambahan perbendaharaan kosakata bahasa Arab. Dan jika sedang berdiskusi tentang bahasa Arab dan berargumen menggunakan syair, maka perkataan Anda akan lebih mudah diterima. Namun lebih dari itu, syair dapat melembutkan hati, karena syair merupakan gudang penyimpanan peradaban bangsa Arab, catatan pengalaman hidup mereka yang penuh dengan hikmah dan kebijaksanaan. Umar bin Khathab -radhiallahu 'anhu- pernah menganjurkan para orang tua untuk mengajarkan syair ke anak-anak mereka dengan perkatannya وَرَوُّوْهُمْ مَا يَجْمُلُ مِنَ الشِّعْرِ "Riwayatkanlah kepada mereka anak-anak kalian syair-syair yang indah." [Al-Kaamil fil Lughah wal Adab 1/211] Kalaulah bukan karena ada manfaat yang besar, tentu sahabar Umar bin Khathab tidak akan menganjurkannya. Dan syair bukan perkataan sembarang orang. Tidak setiap orang mampu menjadi penyair. Oleh karenanya dahulu bangsa Arab mengadakan pesta besar-besaran ketika lahir seorang anak dari suku mereka yang memiliki bakat dan kemampuan merangkai bait-bait syair. Sebelum masuk ke inti pembahasan, saya akan mencoba memberi beberapa contoh syair yang pernah saya pelajari. Di zaman jahiliyah ada penyair yang terkenal ahli hikmah, yaitu Zuhair bin Abi Sulma. Di antara syair-syairnya adalahوَمَنْ هَابَ أَسْبَابَ المَنَايَا يَنَلْنَهُ *** وَإِنْ يَرْقَ أَسْبَابَ السَّمَاءِ بِسُلَّمِ Siapa yang takut akan sebab-sebab kematian, semua itu akan mendapatinya... Walaupun ia berupaya menghindar dengan menaiki tangga menuju langit... Dan penyair lain yang saya idolakan, yaitu Al-Mutanabbi. Beliau adalah penyair yang lahir di zaman dinasti Abbasiyah. Diantara syair-syair hikmahnya adalahأَعَزُّ مَكَانٍ فِى الدُّنْيَا سَرْجُ سَابِحٍ *** وَخَيْرُ جَلِيْسٍ فِى الزَّمَانِ كِتَابُ Tempat paling mulia di dunia adalah pelana kuda pembalap... Dan sebaik-baik teman duduk sepanjang masa adalah buku... Dan beliau juga berkata إِذَا أَنْتَ أَكْرَمْتَ الكَرِيْمَ مَلَكْتَهُ *** وَإِنْ أَنْتَ أَكْرَمْتَ اللَّئِيْمَ تَمَرَّدَا Jika kau muliakan orang baik, niscaya engkau dapat menguasainya... Namun jika kau muliakan orang buruk, niscaya dia akan melunjak lancang... Suatu saat insyaallah saya akan membuat postingan khusus untuk memuat syair-syair Al-Mutanabbi. Itulah beberapa contoh syair bahasa Arab. Satu bait terdiri dari dua penggalan yang dipisahkan oleh bintang-bintang. Adapun syair tentang ilmu yang saya maksud adalah yang di bawah ini. Mengapa saya memposting tulisan ini? Ini bermula dari permintaan salah satu santriwati yang ingin dicarikan syair bahasa Arab dengan tema ilmu. Setelah dapat, saya menyalin dan menerjemahkannya. Saya tidak tahu pasti untuk apa syair tersebut. Daripada mengendap di laptop, lebih baik saya publikasikan di blog ini. Langsung saja, berikut ini syair bahasa Arab yang disusun oleh Abul Qasim Ahmad bin Umar bin Abdullah bin Ushfur -rahimahullahu- [Jaami’ul Ulumi Wal Hikam 1/2019] مَعَ الْعِلْمِ فَاسْلُكْ حَيْثُ مَا سَلَكَ الْعِلْمُ *** وَعَنْهُ فَكَاشِفْ كُلَّ مَنْ عِنْدَهُ فَهْمُ Bersama ilmu, tempuhlah jalan yang telah ditempuh oleh ilmu… Dan tentangnya, belajarlah dari setiap orang yang memiliki pemahaman… فَفِيهِ جِلَاءٌ لِلْقُلُوبِ مِنَ الْعَمَى *** وَعَوْنٌ عَلَى الدِّينِ الَّذِي أَمْرُهُ حَتْمُ Dalam ilmu terdapat penyingkap hati dari kebutaan kebodohan… Dan pertolongan terhadap agama yang seitap urusannya adalah pasti... فَإِنِّي رَأَيْتُ الْجَهْلَ يُزْرِي بِأَهْلِهِ *** وَذُو الْعِلْمِ فِي الْأَقْوَامِ يَرْفَعُهُ الْعِلْمُ Sungguh aku melihat bahwa orang bodoh akan hina dan rendah… Adapun ilmu akan akan meninggikan derajat ahlinya di antara manusia… يُعَدُّ كَبِيرَ الْقَوْمِ وَهْوَ صَغِيرُهُمْ *** وَيَنْفَذُ مِنْهُ فِيهِمُ الْقَوْلُ وَالْحُكْمُ Dengan ilmu orang akan dianggap dewasa walaupun masih belia… Dan bahkan segala perkataan dan putusannya akan diterima mereka… وَأَيُّ رَجَاءٍ فِي امْرِئٍ شَابَ رَأْسُهُ *** وَأَفْنَى سِنِيِّهِ وَهْوَ مُسْتَعْجِمٌ فَدِمُ Apa yang diharapkan dari orang yang telah beruban rambutnya… Yang telah menghabiskan umurnya dalam keadaan bodoh dan pandir… يَرُوحُ وَيَغْدُو الدَّهْرَ صَاحِبَ بِطْنَةٍ *** تَرَكَّبَ فِي أَحْضَانِهَا اللَّحْمُ وَالشَّحْمُ Si pemilik perut buncit melewatkan masa dan waktunya… Dengan seonggok daging dan lemak tersusun di tubuhnya… إِذَا سُئِلَ الْمِسْكِينُ عَنْ أَمْرِ دِينِهِ *** بَدَتْ رُحَضَاءُ الْعِيِّ فِي وِجْهِهِ تَسْمُو Jika si miskin ditanya tentang urusan agamnya… Tampak tanda-tanda kebodohan di wajahnya tersimpul… وَهَلْ أَبْصَرَتْ عَيْنَاكَ أَقْبَحَ مَنْظَرٍ *** مِنْ أَشْيَبَ لَا عِلْمٌ لَدَيْهِ وَلَا حُلْمُ Apakah kedua matamu pernah melihat pemandangan yang lebih buruk … Daripada orang beruban yang tidak memiliki ilmu lagi kesabaran… هِيَ السُّوءَةُ السَّوْءَاءُ فَاحْذَرْ شَمَاتَهَا *** فَأَوَّلُهَا خِزْيٌ وَآخِرُهَا ذَمُّ Dialah keburukan terburuk, maka hindarilah dampak buruknya… Yang mana permulaannya kenistaan dan berakhir dengan kehinaan… فَخَالِطْ رُوَاةَ الْعِلْمِ وَاصْحَبْ خِيَارَهُمْ *** فَصُحْبَتُهُمْ زَيْنٌ وَخُلْطَتُهُمْ غَنْمُ Bergaulah dengan pembawa ilmu dan pilihlah teman terbaik dari mereka… Karena bersahabat dan bergaul dengan mereka adalah keindahan sekaligus harta berharga... وَلَا تَعْدُوَنْ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ فَإِنَّهُمْ *** نُجُومٌ إِذَا مَا غَابَ نَجْمٌ بَدَا نَجْمُ Janganlah sekali-kali kedua matamu berpaling dari mereka sesungguhnya… Mereka adalah bintang-bintang, jika satu terbenam akan muncul bintang lain… فَوَاللَّهِ لَوْلَا الْعِلْمُ مِمَّا اتَّضَحَ الْهُدَى *** وَلَا لَاحَ مِنْ غَيْبِ الْأُمُورِ لَنَا رَسْمُ Demi Allah kalaulah bukan karena ilmu, petunjuk tidak akan tampak jelas… Dan tidak akan terlihat pula oleh kami gambaran dari perkara-perkara gaib… Demikian yang bisa saya sajikan. Semoga syair tentang ilmu di atas dapat memotivasi Anda untuk selalu mempelajari dan mendalami agama Islam dan bahasa Arab. Kurang lebihnya mohon maaf, dan terima kasih atas kunjungannya. Wa jazaakumullahu khairan. اَلْعِلْمُ بِلَا عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلَا ثَمَرٍ “ Ilmu bila tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah ” اَلْعِلْمُ نُوْرٌ وَنُوْرٌ لَا يُعْطِي اِلَى الْمَعَاصِي “ Ilmu adalah cahaya dan cahaya tidaka akan diberikan kepada ahli maksiat ” خَيْرُ جَالِسٍ فِي الزَّمَنِ كِتَابٌ “ Sebaik-baik teman duduk diwaktu luang adalah buku “ لَوْ لَا الْعِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالْبَهِيْمِ “ Kalau bukan karena ilmu niscaya manusia itu seperti binatang “ اَلتَّعَلُّمُ فِي الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الْحَجَرِ “ Belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir di atas batu “ تَعَلَّمَنَّ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا “ Belajarlah diwaktu kecil dan beramallah dengannya diwaktu besar “ آفَةُ الْعِلْمِ اَلنِّسْيَانُ “ Bencananya ilmu itu adalah lupa” عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ “ Musuh yang pintar lebih baik dari pada teman yang bodoh “ تَرْكُ الْجَوَابِ عَلَى الْجَاهِلِ جَوَابٌ “ Tidak menjawab pertanyaan orang bodoh adalah suatu jawaban“ لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ “ Setiap tempat memliki bahasa /perkataan dan setiap perkataan memiliki tempat masing-masing “ لَيْسَ الْيَتِيْمُ الَّذِيْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ الْيَتِيْمُ يَتِيْمُ الْعِلْمِ وَاْلأَدَبِ “ Yang dinamakan anak yatim bukanlah orang yang meninggal orang tuanya tapi anak yatim itu adalah orang yang tidak memiliki ilmu dan adab “ جَرِّبْ وَلَاحِظْ تَكُنْ عَارِفًا “ Coba dan perhatikanlah maka engkau akan menjadi orang yang tahu “ يَامَنْ يَرُوْمُ الْكِتَابَ اَوْ حَدِيْثَ النَّبِي بِغَيْرِ نَحْوٍ وَصَرْفٍ اُقْصُرَنْ يَا غَبِي اَنْتَ حِمَارُ الْكِتَابِ وَحَدِيْثِ النَّبِي اَنْتَ اَضَرٌّ مِّنَ الْحَكِيْمِ تُوْمَا الْغَبِي “ Hai orang-orang yang mempelajari al-qur’an dan hadits nabi tanpa menggunakan ilmu nahwu dan sharaf, berhentilah hai orang-orang bodoh, Kamu adalah himar yang memikul al-qur’an dan hadits nabi kamu lebih berbahaya dari pada hakim tuma yang bodoh “ فَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ اَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَاتُقْبَلُ “ barang siapa yang beramal tanpa didasari oleh ilmu pengetahuan maka amalnya ditolak dan tidak diterima ” Syair Bahasa Arab Tentang Ilmu dan Artinya Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020. Sahabat yang semoga selalu dalam lindungan Allah –ta’ala-. Syair merupakan salah satu sumber belajar untuk menambah kemampuan berbahasa Arab Anda. Saya sendiri sangat menyukainya, dan sangat terbantu dengan syair-syair yang dahulu pernah saya hafal dan pelajari. Di antara manfaat yang paling jelas adalah penambahan perbendaharaan kosakata bahasa Arab. Dan jika sedang berdiskusi tentang bahasa Arab dan berargumen menggunakan syair, maka perkataan Anda akan lebih mudah diterima. Namun lebih dari itu, syair dapat melembutkan hati, karena syair merupakan gudang penyimpanan peradaban bangsa Arab, catatan pengalaman hidup mereka yang penuh dengan hikmah dan kebijaksanaan. Umar bin Khathab –radhiallahu anhu– pernah menganjurkan para orang tua untuk mengajarkan syair ke anak-anak mereka dengan perkatannya وَرَوُّوْهُمْ مَا يَجْمُلُ مِنَ الشِّعْرِ “Riwayatkanlah kepada mereka anak-anak kalian syair-syair yang indah.” [Al-Kaamil fil Lughah wal Adab 1/211] Kalaulah bukan karena ada manfaat yang besar, tentu sahabar Umar bin Khathab tidak akan menganjurkannya. Dan syair bukan perkataan sembarang orang. Tidak setiap orang mampu menjadi penyair. Oleh karenanya dahulu bangsa Arab mengadakan pesta besar-besaran ketika lahir seorang anak dari suku mereka yang memiliki bakat dan kemampuan merangkai bait-bait syair. Sebelum masuk ke inti pembahasan, saya akan mencoba memberi beberapa contoh syair yang pernah saya pelajari. Di zaman jahiliyah ada penyair yang terkenal ahli hikmah, yaitu Zuhair bin Abi Sulma. Di antara syair-syairnya adalah وَمَنْ هَابَ أَسْبَابَ المَنَايَا يَنَلْنَهُ *** وَإِنْ يَرْقَ أَسْبَابَ السَّمَاءِ بِسُلَّمِ Siapa yang takut akan sebab-sebab kematian, semua itu akan mendapatinya… Walaupun ia berupaya menghindar dengan menaiki tangga menuju langit… Dan penyair lain yang saya idolakan, yaitu Al-Mutanabbi. Beliau adalah penyair yang lahir di zaman dinasti Abbasiyah. Diantara syair-syair hikmahnya adalah أَعَزُّ مَكَانٍ فِى الدُّنْيَا سَرْجُ سَابِحٍ *** وَخَيْرُ جَلِيْسٍ فِى الزَّمَانِ كِتَابُ Tempat paling mulia di dunia adalah pelana kuda pembalap… Dan sebaik-baik teman duduk sepanjang masa adalah buku… Dan beliau juga berkata إِذَا أَنْتَ أَكْرَمْتَ الكَرِيْمَ مَلَكْتَهُ *** وَإِنْ أَنْتَ أَكْرَمْتَ اللَّئِيْمَ تَمَرَّدَا Jika kau muliakan orang baik, niscaya engkau dapat menguasainya… Namun jika kau muliakan orang buruk, niscaya dia akan melunjak lancang… Suatu saat insyaallah saya akan membuat postingan khusus untuk memuat syair-syair Al-Mutanabbi. Itulah beberapa contoh syair bahasa Arab. Satu bait terdiri dari dua penggalan yang dipisahkan oleh bintang-bintang. Adapun syair tentang ilmu yang saya maksud adalah yang di bawah ini. Mengapa saya memposting tulisan ini? Ini bermula dari permintaan salah satu santriwati yang ingin dicarikan syair bahasa Arab dengan tema ilmu. Setelah dapat, saya menyalin dan menerjemahkannya. Saya tidak tahu pasti untuk apa syair tersebut. Daripada mengendap di laptop, lebih baik saya publikasikan di blog ini. Langsung saja, berikut ini syair bahasa Arab yang disusun oleh Abul Qasim Ahmad bin Umar bin Abdullah bin Ushfur –rahimahullahu– [Jaami’ul Ulumi Wal Hikam 1/2019] مَعَ الْعِلْمِ فَاسْلُكْ حَيْثُ مَا سَلَكَ الْعِلْمُ *** وَعَنْهُ فَكَاشِفْ كُلَّ مَنْ عِنْدَهُ فَهْمُ Bersama ilmu, tempuhlah jalan yang telah ditempuh oleh ilmu… Dan tentangnya, belajarlah dari setiap orang yang memiliki pemahaman… فَفِيهِ جِلَاءٌ لِلْقُلُوبِ مِنَ الْعَمَى *** وَعَوْنٌ عَلَى الدِّينِ الَّذِي أَمْرُهُ حَتْمُ Dalam ilmu terdapat penyingkap hati dari kebutaan kebodohan… Dan pertolongan terhadap agama yang seitap urusannya adalah pasti… فَإِنِّي رَأَيْتُ الْجَهْلَ يُزْرِي بِأَهْلِهِ *** وَذُو الْعِلْمِ فِي الْأَقْوَامِ يَرْفَعُهُ الْعِلْمُ Sungguh aku melihat bahwa orang bodoh akan hina dan rendah… Adapun ilmu akan akan meninggikan derajat ahlinya di antara manusia… يُعَدُّ كَبِيرَ الْقَوْمِ وَهْوَ صَغِيرُهُمْ *** وَيَنْفَذُ مِنْهُ فِيهِمُ الْقَوْلُ وَالْحُكْمُ Dengan ilmu orang akan dianggap dewasa walaupun masih belia… Dan bahkan segala perkataan dan putusannya akan diterima mereka… وَأَيُّ رَجَاءٍ فِي امْرِئٍ شَابَ رَأْسُهُ *** وَأَفْنَى سِنِيِّهِ وَهْوَ مُسْتَعْجِمٌ فَدِمُ Apa yang diharapkan dari orang yang telah beruban rambutnya… Yang telah menghabiskan umurnya dalam keadaan bodoh dan pandir… يَرُوحُ وَيَغْدُو الدَّهْرَ صَاحِبَ بِطْنَةٍ *** تَرَكَّبَ فِي أَحْضَانِهَا اللَّحْمُ وَالشَّحْمُ Si pemilik perut buncit melewatkan masa dan waktunya… Dengan seonggok daging dan lemak tersusun di tubuhnya… إِذَا سُئِلَ الْمِسْكِينُ عَنْ أَمْرِ دِينِهِ *** بَدَتْ رُحَضَاءُ الْعِيِّ فِي وِجْهِهِ تَسْمُو Jika si miskin ditanya tentang urusan agamnya… Tampak tanda-tanda kebodohan di wajahnya tersimpul… وَهَلْ أَبْصَرَتْ عَيْنَاكَ أَقْبَحَ مَنْظَرٍ *** مِنْ أَشْيَبَ لَا عِلْمٌ لَدَيْهِ وَلَا حُلْمُ Apakah kedua matamu pernah melihat pemandangan yang lebih buruk … Daripada orang beruban yang tidak memiliki ilmu lagi kesabaran… هِيَ السُّوءَةُ السَّوْءَاءُ فَاحْذَرْ شَمَاتَهَا *** فَأَوَّلُهَا خِزْيٌ وَآخِرُهَا ذَمُّ Dialah keburukan terburuk, maka hindarilah dampak buruknya… Yang mana permulaannya kenistaan dan berakhir dengan kehinaan… فَخَالِطْ رُوَاةَ الْعِلْمِ وَاصْحَبْ خِيَارَهُمْ *** فَصُحْبَتُهُمْ زَيْنٌ وَخُلْطَتُهُمْ غَنْمُ Bergaulah dengan pembawa ilmu dan pilihlah teman terbaik dari mereka… Karena bersahabat dan bergaul dengan mereka adalah keindahan sekaligus harta berharga… وَلَا تَعْدُوَنْ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ فَإِنَّهُمْ *** نُجُومٌ إِذَا مَا غَابَ نَجْمٌ بَدَا نَجْمُ Janganlah sekali-kali kedua matamu berpaling dari mereka sesungguhnya… Mereka adalah bintang-bintang, jika satu terbenam akan muncul bintang lain… فَوَاللَّهِ لَوْلَا الْعِلْمُ مِمَّا اتَّضَحَ الْهُدَى *** وَلَا لَاحَ مِنْ غَيْبِ الْأُمُورِ لَنَا رَسْمُ Demi Allah kalaulah bukan karena ilmu, petunjuk tidak akan tampak jelas… Dan tidak akan terlihat pula oleh kami gambaran dari perkara-perkara gaib… Demikian yang bisa saya sajikan. Semoga syair tentang ilmu di atas dapat memotivasi Anda untuk selalu mempelajari dan mendalami agama Islam dan bahasa Arab. Kurang lebihnya mohon maaf, dan terima kasih atas kunjungannya. Wa jazaakumullahu khairan. Sumber Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis. Share post

syair arab tentang ilmu